LIhat
Gresik, 17 Oktober 2025 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik mulai menerapkan sistem logistik berbasis digital melalui uji coba (piloting) Auto Gate System Bea Cukai di kawasan pabean.
Program ini resmi diluncurkan pada 15 Oktober 2025 sebagai hasil kolaborasi antara Bea Cukai Gresik, Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), serta Administrator KEK Gresik, dengan tujuan meningkatkan efisiensi layanan dan mempercepat arus keluar-masuk barang.
Peluncuran sistem ini dihadiri oleh Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, dan Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina. Keduanya menegaskan bahwa penerapan teknologi ini menjadi langkah penting dalam mendorong kemudahan berusaha dan investasi di kawasan.
Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Asep Munandar, menyampaikan bahwa penerapan Auto Gate System merupakan bagian dari rencana besar untuk menjadikan JIIPE sebagai percontohan pengelolaan kawasan ekonomi khusus di Indonesia.
“Kami berharap JIIPE dapat menjadi benchmark bagi seluruh KEK di Indonesia. Karena itu, kami berencana menerapkan Auto Gate System sebagai bagian dari upaya memperlancar pelayanan di kawasan. Dengan sistem ini, kami harapkan arus barang dan pengangkutan, termasuk yang melalui pelabuhan, bisa berjalan lebih cepat dan efisien,” ujar Asep.
Sistem Auto Gate ini bekerja dengan membaca data barang secara digital. Gerbang akan terbuka otomatis apabila kontainer telah mendapatkan izin pengeluaran dari sistem Bea Cukai. Langkah ini tidak hanya mempercepat proses customs release dan memangkas waktu dwelling time, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengawasan arus barang.
Sementara itu, Kepala Administrator KEK Gresik, Ibnu Sina, menilai bahwa penerapan sistem ini akan memberikan kepastian layanan bagi pelaku usaha sekaligus menekan biaya logistik nasional.
“Dengan adanya sistem otomatis ini, KEK Gresik kini benar-benar siap bersaing sebagai kawasan industri berstandar internasional. Kami ingin memastikan para investor mendapat layanan yang cepat, efisien, dan modern,” kata Ibnu.
Tahap piloting ini digunakan untuk memastikan integrasi sistem berjalan lancar antara Bea Cukai, pengelola KEK Gresik, dan terminal peti kemas. Jika uji coba berjalan sukses, sistem ini akan diterapkan secara penuh untuk seluruh kegiatan ekspor, impor, dan antar-kawasan di KEK Gresik.
Penerapan Auto Gate System menjadi langkah konkret dalam digitalisasi layanan logistik di KEK Gresik, memperkuat fungsi pengawasan Bea Cukai tanpa mengorbankan kelancaran pelayanan, sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok nasional.
