LIhat
Kawasan industri JIIPE harus menjadi Green Industrial Area, jangan jadikan area ini sebagai kawasan industri tertutup, akan tetapi jadikan sebuah kawasan industri yang ramah terhadap lingkungan juga jadikan kawasan industri ini sebagai kawasan wisata edukasi bagi masyarakat, ujar Prof. Suparto Wijoyo Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga.
Hadirnya kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan sebagai lompatan Kabupaten Gresik dalam menyongsong pertumbuhan ekonomi masa depan. Diharapkan menjadi sebuah kawasan industri yang bisa menjadi solusi permasalahan yang selama ini ada di kabupaten Gresik.
Dia menyarankan agar untuk tidak membunuh kanal-kanal air yang sudah ada, melainkan mengembangkan sebagai wisata dengan menggunakan moda transportasi air (water bus) yang mampu menjelajah luas kawasan industri ini.
Ditambahkan pula di kawasan industri ini juga harus bisa di akses oleh masyarakat sehingga selain kawasan industri yang ramah lingkungan, masyarakat berkesempatan melihat secara langsung proses produksi industri termasuk pengolahan limbahnya.
“Di Jepang hal tersebut sudah lazim dilakukan di kawasan-kawasan industri dimana masyarakat dapat mengakses untuk berkunjung melihat dan menyaksikan bagaimana sebuah produk berproses dan dengan keterbukaan seperti diatas tidak hanya sisi edukasinya yang didapat akan tetapi rasa bangga dan rasa memiliki oleh masyarakat pun hadir.” Ungkap Prof. Suparto Wijoyo.
Sementara Miftih, Humas PT BKMS sebagai pengelola kawasan industri dalam satu kesempatan menjelaskan bahwa JIIPE dipersiapkan sebagai kawasan industri yang terintegrasi dan terkoneksi dengan kawasan industri yang lain.
“Kami menyiapkan kawasan industri yang mempunyai koneksitas langsung pada transportasi darat, dan Laut. Nantinya diharapkan bisa terkoneksi dengan kawasan industri yang lain yang ada di sekitar kami sehingga bisa mengurangi kemacetan di jalan” ungkapnya.
