LIhat
Apa saja langkah konkret yang dapat dilakukan pada Kawasan Industri Jiipe untuk mencegah penularan virus corona di tempat kerja?
1. Penyemprotan disinfektan dan penyediaan hand sanitizer
Disinfektan membunuh virus yang menempel di tombol lift, gagang pintu, besi tangga, dan spot lain yang sering dipegang banyak orang. Sejumlah penelitian mengungkap bahwa virus corona secara umum (SARS dan MERS) dapat bertahan di luar tubuh manusia dalam hitungan jam hingga hari, tergantung jenis permukaan benda tempat menempel. Karena itu, menyediakan hand sanitizer atau sabun cuci tangan pada kawasan industri berguna untuk mencegah penyebaran virus.
2. Mengisolasi dan memantau karyawan yang pulang dari perjalanan dinas
Prosedur ini wajib dilakukan pada kawasan industri terutama apabila karyawan baru pulang dari perjalanan dinas luar negeri atau kota yang merupakan wilayah penyebaran COVID-19. Isolasi mandiri di rumah dilakukan minimal 14 hari untuk mengetahui apakah yang bersangkutan terinfeksi virus atau tidak. Jika menunjukkan gejala, maka disarankan segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan atau menjalani tes corona.
3. Penggunaan detektor suhu
Mendeteksi suhu setiap orang yang masuk kawasan industri dengan infrared sensor atau thermo gun bisa menjadi langkah pencegahan penularan COVID-19. Sebab, orang yang terinfeksi corona umumnya memiliki gejala demam, selain batuk dan sesak napas. Meski demikian, pistol pendeteksi suhu tubuh ini dinilai kurang efektif untuk mengenali jenis penderita asimtomatik atau mereka yang positif COVID-19 tetapi tidak menunjukkan gejala klinis.
4. Penerapan social distancing
Bagi karyawan di Kawasan industri yang berhubungan dengan pelayanan konsumen dapat menerapkan social distancing, seperti mengatur jarak antrean atau mengefisienkan layanan agar tidak terjadi antrean, misalnya menambah jumlah kasir atau customer service pada kawasan industri. Atur jarak antar-orang minimal 1,5 meter untuk mencegah penularan lewat bersin/batuk.
5. Work from home
Ini merupakan langkah strategis yang dapat dilakukan perusahaan di daerah terdampak penyebaran corona seperti Jakarta. Kendalanya, dibutuhkan banyak adaptasi terutama untuk perusahaan yang tidak familiar dengan sistem kerja remote. Namun, hal ini bukan sesuatu yang tidak mungkin mengingat saat ini sudah tersedia banyak software dan aplikasi digital untuk online meeting dan platform kerja bersama.
